Kesaksian Karyawan Terjebak Api dan Asap dalam Kebakaran Maut

Kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone pada Selasa (9/12) siang telah meninggalkan dampak yang sangat menyedihkan. Insiden ini mengakibatkan hilangnya nyawa hingga 22 orang, dan di tengah kepanikan itu, banyak karyawan menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi situasi tersebut.

Berdasarkan kesaksian salah satu karyawan, Hansen, seluruh lantai pertama gedung dipenuhi asap pekat, membuat semua orang kesulitan untuk bernapas dan mencari jalan keluar. Dalam situasi seperti ini, ketenangan sangat penting, namun tidak mudah bagi mereka yang terjebak dalam kepanikan.

Beberapa karyawan yang terjebak memilih untuk menaiki tangga menuju lantai atas, namun mereka menghadapi kesulitan karena harus meninggalkan barang-barang berharga mereka. Banyak yang putus asa dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengandalkan keberanian dan insting.

Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone

Kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone terjadi pada siang hari, ketika banyak karyawan sedang bekerja. Asap tebal dengan cepat menyelimuti seluruh ruangan, dan membuat suasana menjadi kacau.

Hansen, salah satu yang selamat, menceritakan bagaimana dia berusaha menemukan jalan keluar. Dia menjelaskan, “Pintu itu enggak kelihatan,” menyoroti betapa sulitnya situasi itu dengan pandangan yang terhalang oleh asap.

Beberapa karyawan lain terpaksa meninggalkan barang berharga untuk mencari keselamatan. Mereka berfokus pada penyelamatan diri sendiri, mengingat keadaan darurat yang sedang berlangsung.

Penyebab Kebakaran dan Investigasi Lanjutan

Dari keterangan yang diperoleh, diduga kebakaran dipicu oleh baterai drone yang meledak. Hansen menjelaskan bahwa mereka menggunakan baterai lithium standar untuk pesawat drone yang mereka operasikan.

Pengisian daya untuk setiap drone, menurutnya, berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Hal ini tentu menjadi sorotan dalam investigasi penyebab kebakaran yang akan dilakukan oleh pihak berwenang.

Pihak kepolisian dan tim investigasi kini berfokus untuk mengumpulkan informasi dan data agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Keselamatan kerja menjadi isu vital, terutama di industri yang menggunakan peralatan berisiko tinggi seperti baterai lithium.

Dampak Sosial dan Mental Bagi Para Karyawan

Bagi karyawan yang selamat, pengalaman traumatis ini akan meninggalkan bekas yang mendalam. Kebakaran yang menimbulkan kepanikan dan kehilangan adalah hal yang sulit untuk dihadapi, dan mereka tentu memerlukan dukungan emosional.

Komunitas dan perusahaan diharapkan memberi perhatian lebih kepada karyawan yang mengalami trauma akibat insiden ini. Dukungan psikologis dapat membantu mereka pulih dan kembali beraktivitas dengan baik.

Di samping itu, penting bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi keseluruhan terhadap prosedur keselamatan. Peningkatan sosialisasi dan latihan evakuasi akan sangat mendukung dalam kesiapan menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Related posts